Presiden Iran tegas tolak negosiasi rudal saat bertemu PM Pakistan
Hubungan diplomatik Iran dan Pakistan memasuki fase baru setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melakukan kunjungan luar negeri pertamanya ke Islamabad pada Selasa (23/6/2026) sejak perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran pecah pada Februari. Dalam lawatan tersebut, Pezeshkian datang bersama delegasi tingkat tinggi yang berisi menteri dan pejabat senior, lalu menggelar konferensi pers dengan Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif.
Pezeshkian menyampaikan bahwa kemitraan Teheran dan Islamabad dibangun di atas landasan yang kuat.
"Hubungan antara Teheran dan Islamabad selalu didasarkan pada rasa saling menghormati, niat baik, dan kepercayaan historis, dan perkembangan baru-baru ini sekali lagi telah menunjukkan kekuatan aset berharga ini," katanya, dikutip Anadolu Agency.
1. Pezeshkian mendorong dialog regional
Melansir West Asia News Agency (WANA), Pezeshkian mengawali sambutannya dengan mengutip ayat-ayat karya filsuf dan penyair ternama, Allama Muhammad Iqbal Lahori. Ia menggambarkan Pakistan bukan hanya negara tetangga karena kedua pihak memiliki keterkaitan sejarah, budaya, agama, serta cita-cita bersama. Dalam kesempatan yang sama, ia juga memuji langkah konstruktif Pakistan dalam mendukung dialog dan meredakan ketegangan di kawasan.
Pembahasan tersebut menjadi kelanjutan dari kunjungan Sharif ke Iran yang ditujukan untuk membuka babak baru kerja sama ekonomi dan mengatasi hambatan teknis perdagangan. Pezeshkian juga menilai perdamaian di Asia Barat dan Teluk Persia hanya dapat diwujudkan melalui dialog di antara negara-negara bertetangga. Selain itu, ia menyerukan persatuan negara-negara Islam dalam menghadapi berbagai tantangan bersama.
2. Pezeshkian menolak pembahasan program rudal
Di depan media, Pezeshkian menolak segala bentuk perundingan mengenai kemampuan pertahanan Iran, terutama program rudal balistik. Menurutnya, isu tersebut tak pernah dimasukkan ke dalam nota kesepahaman terbaru dengan AS.
“Isu rudal tidak termasuk dalam memorandum of understanding, dan tidak akan pernah dimasukkan,” tegas Pezeshkian, dikutip WANA.
Ia menjelaskan bahwa kepemilikan rudal dimaksudkan untuk kepentingan pertahanan. Pezeshkian juga mengklaim Israel dengan dukungan AS akan menghancurkan Iran tanpa belas kasihan apabila negara itu tak memiliki kemampuan militer yang memadai, dengan merujuk pada situasi di Gaza. Karena itu, Iran disebut tak akan membuka pembicaraan mengenai kekuatan pertahanannya dengan pihak mana pun.
3. Sharif mendukung sikap Iran soal rudal
Sharif menyatakan dukungannya terhadap posisi Iran dan memastikan program rudal Teheran memang tak pernah menjadi bagian dari negosiasi dengan Washington. Setelah gencatan senjata pada 8 April 2026, kedua pihak diketahui menandatangani nota kesepahaman elektronik pada 17 Juni 2026 untuk mendorong perdamaian jangka panjang pascapertempuran yang dimulai pada 28 Februari 2026.
Dalam proses tersebut, Sharif memberikan apresiasi kepada para pemimpin regional dari Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Mesir atas kontribusi diplomatik mereka. Ia juga mengingatkan adanya upaya penyebaran disinformasi yang bertujuan mengganggu proses rekonsiliasi. Sebagai bentuk penghormatan, Sharif mengundang Pezeshkian untuk menyampaikan pidato di parlemen Pakistan guna memperkuat kerja sama politik dan keamanan.


0 Response to "Presiden Iran tegas tolak negosiasi rudal saat bertemu PM Pakistan"
Posting Komentar