INACA tegaskan keselamatan penerbangan jadi prioritas utama
Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menegaskan bahwa keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama di tengah potensi kerugian operasional akibat penutupan sejumlah bandar udara akibat bencana alam seperti erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Kalau dampak kerugian karena adanya erupsi gunung hingga menyebabkan penutupan operasional bandara, pasti itu ada. Tapi kalau kita melihat dari sisi keselamatan dampak erupsi itu tentu jadi prioritas utama," kata Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon Prawiraatmadja di Tangerang
Menurut dia, terlepas dari ancaman potensi kerugian operasional maskapai atas penutupan sejumlah bandara itu, lebih penting dan utama adalah memastikan keselamatan penerbangan.
Ia juga mengakui bahwa insiden bencana alam ini memicu penundaan penerbangan (delay) serta penjadwalan ulang (reschedule) di berbagai rute.
Kendati demikian, INACA memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Perhubungan atas gerak cepat menerbitkan Notice to Air Missions (NOTAM) demi menjaga keselamatan penumpang dari ancaman abu vulkanik.
"Justru kita apresiasi Kementerian Teknis cepat merespons NOTAM itu, karena dampak kerusakannya bisa jadi jangan main-main, banyak tuh," ujarnya.
Terkait kebijakan penutupan bandara dan langkah mitigasi lanjutan, Denon menegaskan bahwa seluruh langkah operasional maskapai selalu berpijak pada data resmi yang valid dan terintegrasi dengan instansi berwenang.
"Ada datanya dari BMKG. Jadi, semua data kementerian teknis itu acuannya dari BMKG," jelasnya.
Dalam hal ini, INACA belum dapat merinci secara akumulatif estimasi kerugian finansial yang dialami oleh industri penerbangan nasional.
Pasalnya, lanjut dia, untuk kalkulasi dampak ekonomi tersebut diserahkan sepenuhnya kepada kebijakan internal masing-masing maskapai (airlines).
"Kerugian nanti masing-masing airlines saja ditanya terkait hal itu," kata dia.
Sebelumnya, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah berdampak pada ruang udara dan operasional bandar udara sejak Sabtu (5/9).
Akibatnya, sebanyak delapan bandara, meliputi Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Kemudian Bandara Budiarto Curug Banten, Bandara Pondok Cabe Banten, Bandara Taufiq Kiemas di Pesisir Barat, Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penutupan operasional.
0 Response to "INACA tegaskan keselamatan penerbangan jadi prioritas utama"
Posting Komentar