Trump pertimbangkan kirim kapal induk kedua ke Timur Tengah
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Selasa (10/2/2026) menyatakan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah.
Dikutip dari Reuters, pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara kepada media Israel Channel 12 dan media AS, Axios
Dalam wawancara tersebut, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat harus melakukan "sesuatu yang sangat keras" jika kesepakatan dengan Iran tidak tercapai.
"Entah kita mencapai kesepakatan atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat keras," ujar Trump sebagaimana dikutip oleh Channel 12 Israel pada Selasa waktu setempat.
Trump mengungkapkan bahwa ada sejumlah kapal induk yang dipertimbangkan dikirim ke Timur Tengah.
Pejabat terkait membenarkan pernyataan Trump tersebut kepada Reuters.
Di informasi yang diberikan pejabat tersebut, kapal induk USS George Washington masuk dalam kandidat kuat mengingat saat ini armada laut tersebut memang tengah beroperasi di kawasan Asia.
Namun demikian, USS George H.W. Bush yang beroperasi di pesisir timur AS dikabarkan menjadi kandidat yang paling mungkin digunakan untuk dikirim menyusul USS Abraham Lincoln.
Pada akhirnya, kedua kapal tersebut masing-masing membutuhkan waktu setidaknya satu minggu untuk mencapai Timur Tengah.
Pentagon juga memiliki opsi lain untuk mengerahkan kapal induk USS Ford dari Karibia.
Negosiasi Iran dan AS Berlanjut
Wacana pengiriman kapal induk kedua ini sendiri muncul di tengah-tengah langkah Washington dan Teheran yang sedang bersiap untuk melanjutkan negosiasi guna mencegah terjadinya konflik baru di kawasan tersebut.
Seperti yang diwartakan sebelumnya, Oman mulai memfasilitasi pembicaraan antara Iran dan AS pada pekan lalu.
Dikutip dari Reuters, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pertemuan tersebut memungkinkan Teheran untuk mengukur keseriusan Washington.
Pertemuan tersebut juga diakui pihak Iran telah menunjukkan adanya konsensus yang cukup bagi kedua pihak untuk mencari kesepakatan melalui jalur diplomasi.
"Setelah pembicaraan tersebut, kami merasa ada pemahaman dan konsensus untuk melanjutkan proses diplomatik," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.
Baghaei menambahkan bahwa kunjungan Ali Larijani, penasihat Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, ke Oman pada Selasa sudah direncanakan sebelumnya.
Larijani dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Qatar, negara yang juga sering menjadi mediator dalam berbagai krisis di Timur Tengah.
Pembicaraan di Oman ini sendiri berlangsung setelah Trump menempatkan kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan timur tengah pada 26 Januari lalu yang sempat memicu kekhawatiran akan adanya aksi militer baru.
Trump pada bulan Januari lalu juga sempat mengancam akan melakukan intervensi militer saat terjadi tindakan keras pemerintah terhadap protes nasional di Iran meski pada akhirnya ia memilih untuk menahan diri.
Hingga saat ini, tanggal dan lokasi untuk putaran pembicaraan AS-Iran berikutnya belum diumumkan secara resmi.


0 Response to "Trump pertimbangkan kirim kapal induk kedua ke Timur Tengah"
Posting Komentar